Tertarik dengan beberapa postingan kawan-kawan di forum komunitas warnet http://www.facebook.com/groups/komunitaswarnet/
dan tutorial instalasi ZFS pada freebsd dg script mfsbsd pada blognya om reges007 :
http://reges007.wordpress.com/2011/03/27/install-file-system-zfs-di-freebsd/
konon didunia persilatan ZFS adalah filesystem yang paling handal untuk cache squid namun kabarnya implementasi ZFS pada linux tersendat oleh masalah lisensi.
tertarik dg ZFS yang udah diporting sejak april 2007 di freBSD, akhirnya pengen nyoba juga bikin server warnet pake BSD.. he..he.. namun berhubung selama ini terbiasa pake ubuntu terpaksa belajar lagi deh.. he.he.
nah berhubung dokumentasi freebsd yang agak kurang maka proses “belajar” ini akan saya dokumentasikan mulai dari instalasi awal, konfigurasi, hingga instalasi paket-paket yang diperlukan untuk server warnet minimal, misalnya ntp client untuk sinkronisasi waktu, webserver ringan dg nginx untuk homepage, jesred untuk redirect page, dan lusca-head untuk proxy, yang akan saya post menjadi beberapa bagian terpisah.
Biography Si Setan Merah
FreeBSD adalah suatu sistem operasi yang bekerja layaknya UNIX tetapi bukan turunan dari UNIX. Pertama kali dikembangkan oleh Berkeley Software Distribution pada tahun 1993.
Operating system ini dijuluki FreebSD karena software ini gratis untuk digunakan oleh siapapun termasuk untuk kepentingan komersial, source code yang tersedia dengan gratis, siapapun dapat meningkatkan performa FreeBSD ini atau menemukan bug untuk mensubmit source codenya, kata “free” dapat diartikan sebagai gratis, atau dapat digunakan sesuai keinginan user.
yang menarik dari FreeBSD adalah sisi teknisnya yang simpel. Diakui bahwa program instalasi FreeBSD termasuk dalam tool instalasi Unix yang paling sederhana di antara yang lainnya. Di samping itu, sistem software third-party yang datang bersamanya (Port Collections) telah diadopsi NetBSD dan OpenBSD. Fitur tersebut memberikan kemudahan yang berarti bagi para user untuk menambah atau menghapus aplikasi-aplikasi sebagaimana yang mereka kehendaki. Para user cukup mengeksekusi satu baris perintah dan aplikasi-aplikasi dengan sendirinya di-download, dicek integritasnya, di-build, dan diinstall secara otomatis. Tugas-tugas administrasi sistem menjadi sangat praktis dan mudah.
Beradaptasi
Hal dasar yang perlu diketahui untuk mudah beradaptasi dengan freebsd adalah :
/etc/rc.conf
File ini diibaratkan file startup, yang bertanggung jawab mendefinisikan network card dan ip adress. File ini berisi “enable” variabel untuk berbagai paket dan servis agar script untuk menjalankan service dapat dieksekusi.
Untuk network card tidak masalah jika terdiri dari beberapa definisi untuk network card yang sama, hanya baris yang paling akhir yang akan digunakan.
isi /etc/rc.conf ini kira-kira seperti ini :
zfs_enable="YES" # -- sysinstall generated deltas -- # ifconfig_alc0="inet 192.168.2.101 netmask 255.255.255.0" defaultrouter="192.168.2.1" sshd_enable="YES" hostname="proxy.kaila" #time sync ntpdate_enable="YES" ntpdate_hosts="114.141.48.158" #lighttpd nginx_enable="YES" #squid squid_enable="YES" sendmail_enable="NO" sendmail_submit_enable="NO" sendmail_outbound_enable="NO" sendmail_msp_queue_enable="NO"
/usr/local/etc
File konfigurasi paket-paket biasanya terletak disini
/usr/local/etc/rc.d
Disini terletak script untuk secara manual start atau stop program
.







